Masalah Hukum Taruhan Judi Sabung Ayam Online

Masalah Hukum Taruhan Judi Sabung Ayam Online Kaitannya Dengan Agama, Tradisi, dan Hukum Yang Ada di Indonesia Menurut Tinjauan Ahli Sabung Ayam di Indonesia.

Sebelumnya Apakah Anda Sudah Membaca Artikel UU Perjudian Indonesia Dalam Budaya Sabung Ayam ? Disana Membahas Tentang Bagaimana Kaitan Judi Sabung Ayam Dalam Budaya Yang Melekat Dalam Masyarakat Indonesia.

Tradisi mengadu hewan yang dilakukan masyarakat tradisional di Indonesia sebagai tontonan sudah menjadi hal yang umum bahkan sangat wajar. Mulai dari adu ayam, kerbau, sapi bahkan babi hutan di daerah pesisir Selatan Jawa Barat. Permainan seperti ini bisa Anda temui di beberapa daerah.

Agen Sabung Ayam – Bicara tentang “Judi” termasuk “Sabung Ayam” yang lebih dikenal dengan tajen selain dilarang oleh Agama, juga secara tegas dilarang oleh hukum positif (KUHP). Hal ini dapat diketahui dari ketentuan pasal 303 KUHP, Jo. UU No.7 tahun 1974 tentang Penertiban Judi Jo. PP.No.9 tahun 1981 Jo. Instruksi Presiden dan Instruksi Menteri Dalam Negeri No.5, tanggal 1 April 1981. Hal ini disadari pemerintah, maka dalam rangka penertiban perjudian, pasal 303 KUHP tersebut dipertegas dengan UU. No.7 1974, yang di dalam pasal 1, mengatur semua tindak pidana judian sebagai kejahatan.

Masalah Hukum Taruhan Judi Sabung Ayam Online

Di sini dapat dijelaskan bahwa semua bentuk judi tanpa izin adalah kejahatan tetapi sebelum tahun 1974 ada yang berbentuk kejahatan (pasal 303 KUHP), ada yang berbentuk pelanggaran (pasal 542 KUHP) dan sebutan pasal 542 KUHP, kemudian dengan adanya UU.No.7 1974 diubah menjadi pasal 303 bis KUHP.

Dalam pasal 2 ayat (1) UU. No.7 1974 hanya mengubah ancaman hukuman pasal 303 ayat (1) KUHP dari 8 bulan penjara atau denda setinggi-tingginya 90.000 rupiah menjadi hukuman penjara selama-lamanya 10 tahun atau denda sebanyak-banyaknya 25 juta rupiah. Di dalam pasal 303 ayat (1)-1 Bis KUHP dan pasal 303 ayat (1)-2 Bis KUHP memperberat ancaman hukuman bagi mereka yang mempergunakan kesempatan, serta turut serta main judi, diperberat menjadi 4 tahun penjara atau denda setinggi-tingginya 10 juta rupiah dan ayat (2)-nya penjatuhan hukuman bagi mereka yang pernah dihukum penjara berjudi selama-lamanya 6 tahun atau denda setinggi-tingginya 15 juta rupiah.

Sambung Ayam – Memang ironisnya sekalipun secara eksplisit hukum menegaskan bahwa segala bentuk “judi” telah dilarang dengan tegas dalam undang-undang, namun segala bentuk praktik perjudian menjadi diperbolehkan jika ada “izin” dari pemerintah.Perlu diketahui masyarakat bahwa Permainan Judi ( hazardspel ) mengandung unsur ; a) adanya pengharapan untuk menang, b) bersifat untung-untungan saja, c) ada insentif berupa hadiah bagi yang menang, dan d) pengharapan untuk menang semakin bertambah jika ada unsur kepintaran, kecerdasan dan ketangkasan.

Sabung ayam bukan lagi sebuah permainan yang asing di telinga, apalagi bagi mereka yang tumbuh dan dibesarkan di kawasan perkampungan. Bahkan di zaman yang kini telah modern, sabung ayam belum juga punah karena keberadaannya yang erat dengan tradisi dan budaya masyarakat Indonesia. Ya, sabung ayam masih eksis hingga saat ini.Masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang belum terlalu banyak tersentuh kemajuan teknologi dan arus perubahan kehidupan sosial yang begitu deras, terbilang kokoh dalam mempertahankan budaya serta tradisinya. Termasuk tradisi sabung ayam ini.

Apa yang terlahir dari kebiasaan masyarakat, nyatanya sulit untuk dihapuskan. Karena terkadang hal tersebut sudah bukan lagi berurusan dengan boleh atau tidak, tapi wajib. Meninggalkan atau melupakan tradisi, akan terasa ganjil, jika memang hal tersebut sudah melekat erat. Begitupun yang terjadi dengan tradisi sabung ayam ini.Sabung ayam sebenarnya sebuah merupakan permainan yang berubah kategori menjadi tradisi atau kebudayaan. Perubahan itu bisa jadi disebabkan karena rutinitas dan kebiasaan masyarakat yang sering memainkan permainan tersebut.

Masalah Hukum Taruhan Judi Sabung Ayam Online

Dan secara hukum orang dapat dihukum dalam perjudian, ialah : 1) Orang atau Badan Hukum (Perusahaan) yang mengadakan atau memberi kesempatan main judi sebagai mata pencahariannya, dan juga bagi mereka yang turut campur dalam perjudian (sebagai bagian penyelenggara judi) atau juga sebagai pemain judi. Dan mengenai tempat tidak perlu ditempat umum, walaupun tersembunyi, tertutup tetap dapat dihukum ; 2) Orang atau Badan Hukum (Perusahaan) sengaja mengadakan atau memberi kesempatan untuk main judi kepada umum, disini tidak perlu atau tidak disyaratkan sebagai mata pencaharian, asal ditempat umum yang dapat dikunjungi orang banyak/umum dapat dihukum, kecuali ada izin dari pemerintah judi tersebut tidak dapat dihukum ; 3) Orang yang mata pencahariannya dari judi dapat dihukum ; 4) orang yang hanya ikut pada permainan judi yang bukan sebagai mata pencaharian juga tetap dapat dihukum. (vide, pasal 303 bis KUHP).

Kalau mengacu pada Peraturan Pemerintah, tepatnya dalam pasal 1 PPRI No.9 tahun 1981 yang isi pokoknya melarang memberikan izin terhadap segala bentuk perjudian, baik dalam bentuk judi yang diselenggarakan di “kasino”. di “keramaian” maupun dikaitkan dengan alasan lain, yang jika dikaitkan lagi dengan isi pasal 2 dari PPRI No.9 tahun 1981 yang intinya menghapuskan semua peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan PPRI No.9 tahun 1981 ini, khususnya yang memberikan izin terhadap segala bentuk perjudian, maka ini dapat berarti pasal 303 ayat (1) dan/atau pasal 303 bis KUHP tidak berlaku lagi.

Agaknya pengaturan tentang “judi” terdapat pengaturan yang saling bertentangan, disatu pihak UU No.7 tahun 1974 Jo. pasal 303 KUHP yang mengatur tentang “judi” bisa diberi izin oleh yang berwenang, disisi lain bertentangan dengan aturan pelaksanaannya, yaitu PPRI No.9 tahun 1981, yang melarang “judi” (memberi izin) perjudian dengan segala bentuknya. Memang secara azas theory hukum, PPRI No.9 tahun 1981 tersebut dengan sendirinya batal demi hukum, karena bertentangan dengan peraturan yang di atasnya.

Atas dasar ini Kepolisian hanya dapat menindak perjudian yang tidak memiliki izin, walaupun judi tersebut bertentangan dengan nilai-nilai seluruh agama yang dianut. Guna menghindari adanya tindakan anarkisme dari kalangan ormas keagamaan terhadap maraknya praktik perjuadian yang ada, maka sudah seharusnya Pemerintah bersama DPR tanggap dan segera membuat perangkat peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang “larangan praktik perjudian” yang lebih tegas, khususnya larangan pemberian izin judi di tempat umum atau di kota-kota dan di tempat-tempat pemukiman penduduk, agar negara kita sebagai negara yang berdasarkan Pancasila dimana masyarakatnya yang religius tetap terjaga imagenya.

Dalam sabung ayam, ada dua Ayam yang dipertemukan dalam satu kali kesempatan main. Dua Ayam tersebut berada dalam satu arena, dan Anda pasti sudah dapat menebak apa yang kemudian terjadi.Ayam yang sering diikutkan pada permainan sekaligus tradisi sabung ayam ini biasanya adalah ayam jago. Ayam jago biasanya mudah tersulut emosinya sehingga sangat mudah untuk dipancing agar dapat menyerang lawan. Kalaupun Ayam tersebut terlihat diam dan tidak terpancing, orang-orang di sekitar arena sabung ayam tersebutlah yang akan memancingnya.Layaknya seorang pria yang tengah bertanding, ayam Jago tersebut akan saling mengalahkan. Satu di antara dua ayam jago tersebut harus kalah. Baru kemudian diketahui siapa pemenang dalam sabung ayam tersebut.

Ayam yang kalah biasanya dan menyerah biasanya akan kabur, terluka, atau mati.Sayangnya, tradisi sabung ayam ini seringkali ditempeli dengan praktik perjudian di antara pemilik Ayam atau orang-orang yang menyaksikan. Layaknya pertandingan bola, mereka akan menjagokan salah satu Ayam tersebut dengan mengeluarkan sejumlah uang. Tentu saja, pemenanglah yang nantinya akan memperoleh uang.Praktik taruhan atau perjudian saat sabung ayam berlangung beberapa kali pernah ditangani oleh pihak berwajib. Sayangnya, hukum di Indonesia tidak sekeras hidup di ibukota. Dengan kompromi dan diselesaikan melalui azas kekeluargaan, masalah perjudian ini tak jarang selesai dan tidak berlanjut.Wajar rasanya jika permainan ini bukan hanya berpredikat sebagai permainan biasa. K

arena berdasarkan cerita, sabung ayam ini sudah dilakoni oleh masyarakat Indonesia pada saat Kerajaan Demak berkuasa. Dari cerita tersebut, permainan ini bisa jadi berakar dari salah satu kerajaan terbesar di Indonesia itu.Bukan itu saja, hampir disetiap provinsi diIndonesia membudidayakan pergelaran sabung ayam padahal dalam agama sangat ada pelarangan keras mengenai sabung ayam ditambah lagi menyiksa binatang yang tidak bersalah. Strategi dakwah terhadap masyarakat yang menyabung ayam

a). melakukan pendekatan secara struktural maupun multikultural terhadap masyarakat yang telah mempercayai sabung ayam adalah bagian budaya nenek moyang mereka.

b). menjelaskan etika keagamaan dalam hukum islam persfektif fiqih mengenai sabung ayam.

c). melalui pemberitahuan bahwa sabung ayam adalah bagian dari judi, sedangkan perjudian dalam hukum perundang-undangan Indonesia sangat dilarang keras.

d). propaganda dakwah

e). melakukan pendekatan secara persuasive

f). mengajak kelompok masyarakat mengenal budaya yang ditawarkan oleh islamg). atau dengan strategi yang lain tidak menutup kemungkinan lebih efektif dan lebih baik, agar yang didakwahi tidak merasa tersinggung dan lebih sulit untuk didakwahi.

Apakah Sudah Jelas Mengenai Masalah Hukum Taruhan Judi Sabung Ayam Online

About Agen Sabung Ayam

Agen Sabung Ayam Online Merupakan Situs Judi Taruhan Sabung Ayam Online Terpercaya di Indonesia
Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *